Language is a method of conveying our ideas to the minds of other persons
Joseph Priestley
John Sutherland mengatakan dalam satu essainya bahwa bahasa mungkin struktur yang paling kompleks yang pernah ditemukan benak manusia, namun tragisnya, spesies ciptaan kita yang paling mengesankan itu sedang sekarat.
Menurut ahli bahasa asal Inggris (negeri yang terkenal dengan liga sepakbolanya), David Beckham Cryustal, sekarang ini satu bahasa asli menghilang setiap dua minggu. Pada akhir abad ini, diperkirakan 5.500 dari 6000 bahasa yang sekarang digunakan akan bergabung dengan Bahasa Latin dan Yunani sebagai “bahasa yang mati”.
Apa yang akan kita saksikan nanti adalah “linguicide” (temannya genocide), yaitu pembunuhan massal bahasa. Tidak ada kebun binatang , museum atau kuburan untuk bahasa yang mati, dan tidak ada yang lebih mirip jenazah dibandingkan bahasa yang mati. Mereka tidak bisa hidup lagi, dan faktanya adalah tidak ada pemerintah yang mau menggunakan uang pembayar pajak untuk proyek seperti itu. Selamatkan lingkungan, atau hewan langka, mungkin iya. Tapi selamatkan, katakanlah, Manx (pemakai terakhir bahasa di Isle of Man ini meninggal tahun 1974), lupakan saja.
Indonesia, negeri yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, negeri dengan keragaman suku bangsa dan budaya ini konon memiliki ratusan atau ribuan bahasa. Bahkan untuk satu pulau dari ribuan pulau yang ada, katakanlah, Irian Jaya, itu mempunyai sekitar 350 bahasa. Di Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya memiliki lebih dari satu bahasa.
Dari jumlah tersebut, kemungkinan besar sebagiannya dalam waktu yang tidak lama lagi akan mengalami kematian. Apalagi masyarakat penutur muda (young speakers) dari masing-masing bahasa tersebut sudah banyak dan akan semakin banyak meninggalkan bahasa asalnya. Sementara berdasarkan study bahasa ada beberapa faktor yang membuat sebuah bahasa bisa bertahan dan abadi, salah satunya adalah penutur (speakers) atau masyarakat pengguna bahasa. Keberadaan kaum muda memegang peranan yang sangat penting dalam kelanjutan dan perkembangan sebuah bahasa.
Sementara saat ini lebih banyak kaum muda yang bangga mempelajari bahasa asing dibandingkan dengan bahasa asalnya. Bahkan mereka cenderung malu apabila tidak bisa bahasa asing dibandingkan tidak bisa bahasa asalnya. Kalau kita tidak mengambil tindakan secepatnya bukan tidak mungkin Bahasa Nasional Indonesia pun akan ikut musnah.